Rabu, 27 Juli 2022

Pengembara

 Aku adalah pengembara

Sunyi dan sepi adalah sahabatku

Angin dan hujan menjadi penghangatku

Dan rindu, rindu adalah penunjuk jalanku

 

Aku adalah pengembara

Berjalan sendiri di antara waktu

Pergi mencari harapan di hati

Untuk menghilangkan kerinduan ini

Rabu, 20 Juli 2022

Harapanku

 Aku adalah seorang pemalu

Aku adalah seorang penakut

Aku berada dalam gelap di dunia

Namun aku masih berharap pada Tuhan

 

Aku berharap untuk diberikannya dirimu

Yang dapat menjadi cahaya hidupku

Yang dapat menjadi tujuanku

Agar lenyap malu dan takutku

 

Aku berharap dapat dipertemukan

Oleh yang terbaik untukku

Dan aku akan mengusahakanmu

Karena aku bukan pecundang


Rabu, 06 Juli 2022

Kupikir


KUPIKIR

Kupikir,
Hidupku tanpa cinta
Tak akan dapat dicinta
Dan tak mungkin mencintai

Kupikir,
Aku hanya benalu
Hanya hidup dari belas kasih
Dari yang terpaksa mengasihi

Kupikir,
Aku hanya bui
Hidup namun mati
Hanya sebuah angin lalu

Kupikir,
Sudah saatnya aku berhenti
Berhenti memikirkan hal ini
Dan berlari menghampiri dirimu
Duhai cintaku...


 Saya mencoba menulis puisi ini karena saya selalu overthinking sama sesuatu, dipikir-pikir dari SMA sudah kaya gini, banyakan pikiran yang ngarah ke negatif, jadi low esteem banget, nggak ngerasa bisa bikin sesuatu yang hebat dan hidup penuh beban yang dibuat sendiri . Jadinya kutiliskan aja jadi puisi dan berharap agar bisa berhenti overthinking dan menemukan dirimu.

Kamis, 07 Mei 2020

Karena aku hanyalah si buruk rupa...

Hatiku terasa hampa
Ingin merindu dan mencinta
Tapi siapakah gerangan bersedia
Menjadi dambaan hati si buruk rupa

Ku hanya mampu menatapi
Menatap indahnya sang rembulan hati
Yang bercahaya indah di langit malam hari
Tapi sangatlah jauh untuk ku capai

Aku dan engkau bagai merkurius dan venus
Bagai si kerdil dan dewi kecantikan
Walau berada kita dalam kedekatan
Tapi bagiku kau jauh tak terjangkau

Bagiku engkau adalah sang Matahari
Sedangkan aku hanya si kerdil Pluto
Yang mengorbit dalam tata suryamu
Tapi sangatlah jauh untuk menggapaimu

Karena aku hanyalah si buruk rupa...

Minggu, 08 September 2019

Tahun - Tahun Hidup

Dua puluh lima tahun...
Seonggok bangkai berjalan di dunia
Tiada memiliki tujuan dan arah
Hanya mengikuti kemana takdir membawa

Dua puluh tiga tahun...
Kalbunya tertutupi kelabu
Cintanya terombang-ambing ragu
Rindunya hanyalah sebuah candu

Delapan belas tahun...
Hanya memakan bangku sekolah
Berteman dengan kegelisahan dan derita
Bersahabat dengan sunyi dan sepi

Dua belas tahun...
Kebagahagian telah mati baginya
Impian dan ambisi hanya semu
Kehidupan hanya kematian yang menunggu

Delapan tahun...
Jiwa dan hatinya telah mati
Dunia sempit dan menyesakkan
Raganya mulai membusuk mengikuti jiwanya

Dua tahun...
Berjalan dia di dunia
Mencari impian dan cita-cita
Yang berkahir menjadi kenangannya

Hari ini...
Haruslah terbangun sang bangkai
Memenuhi harap dan keinginan di hati
Sebelum menjadi debu dirinya...

Kamis, 05 September 2019

Kehampaan

Bebas namun terpenjara
Dikekang oleh malasnya
Dibekap oleh nihilnya mimpi
Dikungkung tiadanya ambisi

Kebebasan dan kehampaan tiada beda
Bagi jiwa lemah yang dahaga
Tiada lagi bintang bersinar di utara
Tali temalilah yang akan ditemuinya

Untuk melewati kehampaannya
dan menuju kehampaan yang lainya...

Kamis, 25 Juli 2019

Aku Merindukanmu

Aku Merindukanmu Lembutnya angin menerpa diriku dan dirimu Sang awan menutupi panasnya mentari Namun kehangatan meliputi engkau dan aku Ingatkah di hari itu pertama kita bertemu? Aku merindukanmu... Ku ingin bertemu kembali denganmu Memegang tanganmu selamanya Mengatakan kata cinta kepadamu Kerinduan ini menyiksaku... Ratusan puisi kutuliskan untukmu Banyak yang ingin kusampaikan padamu Namun dimanakah engaku berada? Dimanakah dirimu berada ? Kemarilah dan kembali... Hanya tangis yang menemani Aku ingin kembali dipelukanmu Untuk menghilangkan sedih hatiku